Oke, ini dia kisah pendek yang terinspirasi dari dracin "Senyum yang Menyembunyikan Rasa Takut," dengan sentuhan yang diminta: **Senyum yang Menggigil di Bawah Payung Patah** Hujan menggigil membasahi Kota Tua, seperti air mata yang tak pernah berhenti menetes. Di sebuah kedai teh usang, bayangan lentera yang nyaris padam menari-nari di dinding, menyinari wajah Lin Mei. Matanya, dulu berbinar penuh cinta untuk Li Wei, kini hanya memancarkan kekosongan yang menusuk. Li Wei duduk di hadapannya, jas mahalnya basah kuyup. Lima tahun. Lima tahun sejak malam **PENGKHIANATAN** itu. Malam di mana Li Wei, dibutakan ambisi, menikahi putri seorang jenderal untuk menyelamatkan bisnis keluarganya. "Lin Mei..." bisiknya, suaranya serak. "Aku tahu aku menyakitimu. Aku tahu aku tidak pantas dimaafkan." Lin Mei tertawa hambar. Tawanya tidak sampai ke mata. "Dimaafkan? Li Wei, kamu pikir ini tentang maaf? Ini tentang lima tahun kehidupanku yang kamu *rampas*. Tentang mimpi-mimpiku yang kamu hancurkan." Di luar, guntur menggelegar, seolah alam pun ikut merasakan amarahnya. Li Wei mencoba meraih tangannya, tapi Lin Mei menariknya menjauh. "Aku datang untuk menjelaskan, Lin Mei. Aku..." "Tidak perlu," potong Lin Mei. "Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu tentang hutang-hutang keluargamu. Tentang ancaman jenderal itu. Aku bahkan tahu..." Lin Mei mendekat, berbisik di telinga Li Wei. "...aku tahu kenapa perusahaanmu tiba-tiba bangkit kembali, setelah hampir bangkrut." Li Wei terperanjat. Wajahnya pucat pasi. "Apa maksudmu?" Lin Mei tersenyum. Senyum yang dulu begitu dicintainya, kini membuatnya merinding. Senyum yang menyembunyikan **RENCANA** yang telah lama dirajut. Senyum yang lebih mematikan dari pedang. "Kamu pikir aku hanya diam dan menderita, Li Wei? Kamu salah. Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang dengan kebahagiaan palsumu." Dia berdiri, meraih payungnya yang sudah patah di beberapa bagian. Bayangan Lin Mei memanjang di dinding, sosok yang dulu lembut dan penuh kasih kini tampak seperti siluet seorang *iblis*. "Li Wei," bisiknya, sebelum melangkah keluar, meninggalkan Li Wei yang membeku dalam ketakutan. "Tahukah kamu... *anak itu sebenarnya anak siapa?*"
You Might Also Like: Is Ryan Kelly No Longer Member Of

Post a Comment