Tentu, ini dia kisah dracin pendek dengan permintaan Anda: **Racun itu mengalir di nadiku, seperti nama yang tak bisa kulupa.** Hembusan angin musim gugur menyapu helai rambut Bai Lian, menerbangkannya di sekitar wajahnya yang pucat. Di balkon kamarnya, di tengah hiruk pikuk kota Shanghai yang modern, ia merasa asing. Terlalu asing. Ia adalah *roh* yang tersesat dalam tubuh yang bukan miliknya. Setiap malam, mimpi-mimpi itu datang. Potongan-potongan adegan dari kehidupan yang hilang: taman bunga persik yang bermekaran, pedang berkilauan di bawah sinar bulan, dan wajah... wajah *itu*. Wajah seorang pria. "Xue Long..." bisiknya, nama itu terasa seperti duri yang menyakitkan di lidahnya. Nama itu bukan miliknya, namun terasa *familiar*. Bai Lian, atau lebih tepatnya, Nona Bai yang sekarang, adalah pewaris tunggal kekaisaran bisnis Bai yang gemilang. Ia menjalani kehidupan yang mewah, dikelilingi oleh kemewahan yang tak terhitung jumlahnya. Namun, di balik gemerlapnya itu, hatinya terasa kosong. Seperti cangkang yang ditinggalkan oleh jiwa yang dulu pernah berapi-api. Kemudian, ia bertemu dengannya. Li Wei. Seorang pengusaha muda yang karismatik, dengan mata yang mengingatkannya pada danau di bawah sinar bulan. Saat mereka semakin dekat, mimpi-mimpi itu semakin intens. Ingatan-ingatan itu mengalir seperti racun di nadinya, **MENYAKITKAN** namun tak terhindarkan. Ia ingat. Xue Long, seorang jenderal muda yang gagah berani, adalah kekasihnya di kehidupan sebelumnya. Mereka bersumpah untuk saling mencintai selamanya, di bawah pohon sakura yang mekar. Namun, ambisi dan kekuasaan membutakan Xue Long. Ia mengkhianatinya. Ia bersekongkol dengan musuh dan menuduhnya melakukan pengkhianatan. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri saat kekasihnya, pria yang ia percayai dengan seluruh hatinya, memerintahkan eksekusinya. *Vonis itu dijatuhkan di musim gugur*, sama seperti sekarang. "Li Wei..." bisiknya lagi, kali ini dengan nada dingin. Mata Li Wei memiliki kilau yang sama dengan mata Xue Long. Bahkan senyumnya pun sama. Reinkarnasi. ***Ia adalah Xue Long yang kembali dalam rupa yang baru!*** Bukannya dipenuhi amarah yang membara, Bai Lian merasa... lega. Ia tahu apa yang harus ia lakukan. Li Wei berniat menggabungkan bisnisnya dengan keluarga Bai. Ia menginginkan kekuasaan. Ia *menginginkan* apa yang seharusnya menjadi miliknya. Bai Lian tersenyum tipis. Ia akan memberikan apa yang diinginkannya. Pertemuan itu berlangsung di penthouse mewah keluarga Bai. Para eksekutif dari kedua perusahaan berkumpul, siap untuk menyaksikan momen bersejarah ini. Bai Lian mengangkat gelas sampanye. "Untuk kemitraan kita!" serunya, matanya terkunci dengan mata Li Wei. Pria itu membalas senyumnya, tidak menyadari bahaya yang mengintai. Bai Lian, dengan anggun, menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan. Ia menyerahkan kendali perusahaan keluarganya ke tangan Li Wei. Ia membiarkan Xue Long meraih apa yang diinginkannya di kehidupan ini. Namun, ia telah membuat satu *perubahan kecil* pada klausul perjanjian. Sebuah perubahan yang akan mengubur ambisi pria itu di bawah tumpukan utang dan skandal yang tak terhindarkan. Ia telah membalas dendam. Bukan dengan darah dan pedang, melainkan dengan **keputusan** yang menghancurkan mimpi-mimpinya. Ia telah mengubah takdir. Saat Li Wei bersorak dengan kemenangan palsu, Bai Lian berjalan pergi, meninggalkan dunia yang sudah ia rencanakan untuk ditinggalkan sejak lama. Ia menghilang ke dalam malam, meninggalkan satu kalimat menggantung yang terasa seperti janji yang tertunda seribu tahun: "Mungkin... di kehidupan selanjutnya, kita akan menjadi *orang asing*."
You Might Also Like: Rahasia Dibalik Arti Mimpi Bertemu Ikan

Post a Comment