Baiklah, ini dia cerita pendek bergaya Dracin dengan suasana yang Anda inginkan: **Cinta yang Menunggu Seribu Tahun Lagi** Lentera-lentera kertas bergoyang lirih, menari mengikuti alunan guqin yang memilukan. Jemari Li Wei, lentik bagai kuas pelukis, memetik senar demi senar. Nadanya mengalun, menyayat hati, serupa ratapan burung camar yang kehilangan arah di tengah badai. Lima tahun sudah berlalu sejak malam itu, malam dimana janji *abadi* terkhianati. Dulu, istana ini adalah saksi bisu cintanya dengan Pangeran Zhao. Dulu, tawanya memenuhi setiap sudut ruangan, menghangatkan setiap hati. Sekarang, hanya ada kesunyian yang memekakkan telinga, dan tatapan kosong Li Wei yang mengarah pada danau di kejauhan. Orang-orang mengira dia lemah, tak berdaya saat Pangeran Zhao memilih Putri Mei, gadis bangsawan dari Kerajaan Utara yang kaya raya. Mereka berbisik di belakang punggungnya, menyebutnya wanita yang ditinggalkan. Tapi mereka **SALAH**. Li Wei memilih diam. Bukan karena tak punya kekuatan, tapi karena menyimpan RAHASIA yang jauh lebih besar dari sekadar patah hati. Rahasia yang tertulis dalam gulungan *kuno*, yang diturunkan dari generasi ke generasi oleh keluarganya – penjaga Gerbang Waktu. Pangeran Zhao… bukanlah manusia biasa. Darahnya mengalirkan kekuatan terlarang, kekuatan yang bisa membangkitkan Raja Iblis dari tidur panjangnya. Dan Putri Mei… hanyalah pion dalam permainan yang lebih besar. Setiap malam, Li Wei diam-diam melakukan ritual kuno. Dia menyerap energi jahat yang terpancar dari Pangeran Zhao, menahannya di dalam dirinya sendiri, mencegahnya mencapai titik kritis yang akan membuka gerbang dimensi. Semakin lama, energi itu semakin kuat, menggerogoti jiwanya, tapi dia tak gentar. Ia bersumpah, akan melindungi dunia ini, walau harus mengorbankan dirinya sendiri. Suatu malam, seorang kasim diam-diam mendekatinya. Matanya berkilat aneh. "Putri Li Wei, Pangeran Zhao ingin bertemu denganmu di Paviliun Teratai." Li Wei mengangguk, tanpa ekspresi. Dia sudah menduganya. Ini adalah akhir dari semuanya. Di Paviliun Teratai, Pangeran Zhao berdiri membelakanginya. Angin malam berhembus kencang, menerbangkan helai rambutnya yang hitam legam. "Li Wei," katanya dingin, "Aku tahu apa yang kau lakukan." Li Wei tidak menjawab. Pangeran Zhao berbalik. Matanya merah menyala, dipenuhi kebencian. "Kau menghalangi jalanku! Kau pikir bisa menghentikanku?" "Kau salah," kata Li Wei lembut. "Aku hanya menunda *waktumu*." Tiba-tiba, langit bergemuruh. Petir menyambar tepat di depan Pangeran Zhao. Sebuah pusaran energi muncul di belakangnya, menariknya dengan paksa. Putri Mei muncul, menyeringai licik. "Terima kasih, Li Wei. Kau sudah sangat berjasa." Putri Mei berbisik, lalu mendorong Pangeran Zhao ke dalam pusaran itu. "Saat kau kembali, kau akan menjadi raja yang sebenarnya… dan aku akan menjadi ratumu!" Pusaran itu menutup. Pangeran Zhao menghilang. Li Wei menatap Putri Mei. "Kau juga *tertipu*," katanya. "Dia tidak akan pernah mencintaimu." Putri Mei tertawa. "Cinta? Itu hanyalah kelemahan. Kekuasaan adalah segalanya!" Tapi tawa Putri Mei terhenti ketika sebuah retakan muncul di wajahnya. Retakan itu semakin besar, memperlihatkan kulit bersisik dan mata reptil di baliknya. Dia bukan manusia. Dia adalah iblis yang menyamar, yang dikirim untuk menjebak Pangeran Zhao dan membawanya kembali ke dunia kegelapan. "Kau…," kata Li Wei terengah-engah. Putri Mei, atau lebih tepatnya, iblis itu, menyeringai. "Ya. Dan kau, Li Wei, adalah kunci dari semua ini. Kau telah menyerap begitu banyak energi jahat. Sekarang, energi itu akan menjadi bahan bakar untuk membuka Gerbang Waktu *SECARA PERMANEN*." Iblis itu meraih Li Wei. Tapi sebelum ia sempat menyentuhnya, sebuah cahaya putih menyilaukan terpancar dari tubuh Li Wei. Cahaya itu begitu kuat, membakar iblis itu hingga menjadi abu. Li Wei jatuh berlutut. Energinya terkuras habis. Dia tahu, ini adalah akhir dari perjalanannya. Dia telah menunda kembalinya Raja Iblis. Dia telah melindungi dunia ini. Tapi dia tidak tahu, apakah dunia ini akan tetap aman setelah kepergiannya. Sambil memejamkan mata, Li Wei membisikkan sebuah nama. Nama Pangeran Zhao. Sebuah nama yang dulu berarti cinta, kini hanya berarti **PENYESALAN**. Namun, sebelum kegelapan sepenuhnya merenggutnya, ia melihat sesuatu di kejauhan. Sebuah bunga teratai *bermekaran* di tengah danau, memancarkan cahaya keemasan. Bunga teratai itu… berbeda. Itu adalah bunga teratai yang hanya mekar seribu tahun sekali, bunga yang memiliki kekuatan untuk membalikkan takdir. Dan di tengah kelopak bunga itu, ada *setetes* air mata Li Wei… Mungkin, cintanya akan menunggu seribu tahun lagi... hingga takdir memberinya kesempatan *KEDUA*.
You Might Also Like: 187 Tutorial Sunscreen Mineral Untuk
Post a Comment