Cerpen: Aku Menunggumu Di Dunia Yang Tak Kau Kenal

Aku Menunggumu di Dunia yang Tak Kau Kenal

Embun pagi merayap di kelopak lili putih, basah dan dingin, persis seperti tatapan Li Wei. Lima tahun sudah berlalu sejak kematian Lin Mei, tunangannya. Lima tahun ia hidup dalam kehampaan, merangkai hari-hari dengan sisa-sisa kenangan manis yang kini terasa seperti belati tumpul yang terus menusuk.

Li Wei tahu. Lin Mei tidak meninggal karena kecelakaan. Ada yang disembunyikan. Ada kebohongan besar yang menjerat seluruh keluarganya.

Di tengah kabut misteri itu, muncul Zhao Lan. Seorang detektif swasta yang datang membawa angin perubahan. Zhao Lan adalah bayangan dari masa lalu Lin Mei, keras kepala, penuh semangat, dan menyimpan dendam terpendam. Ia membawa secercah harapan, namun juga jurang kehancuran.

"Kebenaran itu seperti racun, Tuan Li," bisik Zhao Lan suatu malam, di bawah rembulan pucat. "Rasanya pahit, membakar, tapi ia membebaskan."

Zhao Lan menunjukkan bukti-bukti yang mengarah pada keluarga Li Wei sendiri. Ayahnya, seorang pengusaha berpengaruh, terlibat dalam bisnis ilegal yang melibatkan Lin Mei. Ibunya, seorang wanita anggun dengan senyum yang selalu terasa palsu, mengetahui segalanya. Dan kakaknya, Li Chen, selalu menyimpan tatapan iri pada Lin Mei.

Semakin dalam Li Wei menggali, semakin terasa dinding kebohongan itu runtuh. Ia melihat topeng-topeng itu jatuh, menunjukkan wajah-wajah monster yang selama ini bersembunyi di balik senyum hangat dan kata-kata manis.

Konflik memuncak saat Li Wei menemukan surat wasiat Lin Mei yang disembunyikan. Di sana, Lin Mei mengungkapkan ketakutannya pada Li Chen dan rahasia kelam bisnis ayahnya. Kemarahan Li Wei meledak seperti gunung berapi. Ia menghadapi keluarganya, menuntut kebenaran, menuntut keadilan.

Ayahnya menyangkal, ibunya menangis, dan Li Chen… Li Chen tersenyum sinis. "Kau terlalu bodoh, adikku," desisnya. "Kebenaran itu berbahaya. Kau tidak akan pernah bisa menghadapinya."

Namun, Li Wei sudah siap. Ia telah mengumpulkan semua bukti, semua kebohongan, semua pengkhianatan. Ia menyerahkannya pada pihak berwajib, membongkar seluruh kerajaan bisnis ayahnya, dan menghancurkan reputasi keluarganya.

Hukum memang ditegakkan, namun bagi Li Wei, itu tidak cukup. Ia membutuhkan balas dendam yang pribadi.

Di malam yang dingin dan sunyi, Li Wei mengunjungi Li Chen di penjara. Ia membawa sekotak kue kesukaan Lin Mei.

"Lin Mei selalu menyukai kue ini," kata Li Wei, sambil tersenyum tipis. "Kau ingat?"

Li Chen menatapnya dengan tatapan kosong.

"Aku menunggumu di dunia yang tak kau kenal," bisik Li Wei, sebelum berbalik dan meninggalkan Li Chen yang terisak.

Balas dendam Li Wei tenang, terukur, dan menghancurkan. Ia tidak membunuh Li Chen, ia tidak menyiksa Li Chen. Ia hanya menghancurkan jiwanya, merampas semua harapannya, dan meninggalkannya sendirian dalam penyesalan abadi.

Senyum Li Wei adalah senyum perpisahan. Ia telah membalaskan dendam Lin Mei, namun ia juga kehilangan segalanya.

Apakah Li Wei benar-benar menemukan kedamaian, ataukah ia hanya menciptakan neraka baru untuk dirinya sendiri?

You Might Also Like: Dracin Terbaru Aku Menari Di Pesta

Post a Comment