Baiklah, ini dia kisah dracin fantasi dengan sentuhan yang diminta: **Aku Memeluk Bayanganmu, Karena Hanya Itu yang Masih Kuingat** Lentera-lentera mengapung di permukaan Danau Kabut. Cahayanya menari-nari, memantulkan riak air yang tenang, seolah bintang-bintang pun turun mandi di sana. Di dunia manusia, ini hanyalah pemandangan indah. Namun di dunia roh, setiap lentera adalah *jiwa* yang tersesat, menunggu untuk diantar kembali ke siklus kehidupan. Namaku Lin Yue. Atau, setidaknya, itu nama yang kurasa paling tepat. Ingatanku kabur, seperti lukisan yang terkena hujan. Aku hanya ingat... jatuh. Jatuh dari tebing curam, angin mencambuk wajahku, dan kemudian... *kegelapan.* Aku terbangun di dunia roh. Di sini, bayangan memiliki suara. Mereka berbisik, menceritakan kisah-kisah yang terlupakan, sejarah yang terkubur dalam ingatan alam semesta. Bayanganku sendiri seringkali berbicara lebih lantang daripada diriku. "Kau adalah *Utusan Bulan*," bisiknya suatu malam, saat kami berdiri di bawah sinar rembulan yang pucat. "Bulan mengingat namamu, Lin Yue. Ia tahu takdirmu." Dunia roh, meski indah, menyimpan bahaya yang tak terduga. Roh-roh jahat bergentayangan, haus akan energi kehidupan. Aku belajar bertarung, menggunakan kekuatan yang kurasa mengalir dalam darahku, kekuatan yang terasa *asing* sekaligus familiar. Suatu hari, aku menemukan portal yang menghubungkan dunia roh dengan dunia manusia. Di sana, aku melihatnya. Pria dengan mata sehangat madu, berdiri di dekat tebing tempat aku terjatuh. Wajahnya penuh kesedihan, menggenggam liontin bulan sabit yang... kurasa milikku. Namanya, kuingat samar-samar, adalah Chen Yi. Seorang tabib yang terkenal karena kebaikannya. Aku mencoba mendekatinya, tapi aku hanyalah roh, bayangan yang tak bisa disentuh. "Chen Yi!" teriakku, putus asa. "Aku di sini! Aku... aku Lin Yue!" Ia tidak mendengarku. Setiap malam, aku mengunjungi dunia manusia, memperhatikan Chen Yi. Aku melihat ia merawat anak-anak yatim, menyembuhkan orang sakit, dan setiap malam, ia akan berdiri di bawah rembulan, menggenggam liontin itu. Aku mulai *curiga*. Mengapa ia begitu berduka? Mengapa ia menyimpan liontin itu? Apa yang sebenarnya terjadi malam itu? Bayanganku, semakin lama semakin berani, mulai mengungkap kebenaran. "Kematianmu bukanlah kecelakaan, Lin Yue," bisiknya suatu malam. "Kau *dikorbankan*." *** Rahasia demi rahasia terungkap. Chen Yi adalah bagian dari sekte kuno yang menyembah kekuatan bulan. Mereka percaya bahwa dengan mengorbankan *Utusan Bulan*, mereka akan memperoleh keabadian. Liontin itu bukan sekadar perhiasan. Itu adalah kunci untuk membuka kekuatan bulan. Dan aku, Lin Yue, adalah wadah yang sempurna untuk kekuatan itu. Tapi mengapa Chen Yi tampak begitu berduka? Mengapa ia merawat anak-anak yatim? Jawabannya, menyakitkan sekaligus membebaskan, terungkap dalam mimpi. Aku melihatnya, di malam pengorbanan. Ia mencoba menyelamatkanku. Ia mencintaiku. Tapi ia terlambat. Ia tidak bisa menentang sekte. Ia tidak bisa menghentikan takdir. Tapi ia bisa mencoba menebus kesalahannya. Itulah mengapa ia merawat anak-anak yatim, untuk membayar hutang karmanya. Jadi, inilah *ironinya*. Aku mati karena cinta, dan dibangkitkan oleh takdir. Chen Yi mencintaiku, tetapi ia tidak cukup kuat untuk melindungiku. Sekte itu memanipulasi takdir, tetapi mereka tidak bisa menghancurkan rohku. Di akhir cerita, aku berdiri di hadapan Chen Yi, sekali lagi di bawah rembulan. Aku masih bayangan, tapi kali ini, ia bisa melihatku. "Kau tahu kebenarannya sekarang," kataku, suaraku lirih. "Siapa yang mencintai, dan siapa yang memanipulasi." Chen Yi menangis. Aku memeluk bayangannya. Karena hanya itu yang masih kuingat. "Takdir adalah sungai yang mengalir, tetapi cinta adalah batu yang bisa mengubah arahnya..."
You Might Also Like: 0895403292432 Jual Skincare Aman Untuk

Post a Comment