Dracin Terbaru: Bayangan Yang Menuntun Ke Masa Silam

Hujan abu-abu mengguyur kota Shanghai yang sibuk. Di tengah hiruk pikuk, Lin Mei, seorang pelukis muda yang sedang naik daun, merasakan debaran aneh di dadanya setiap kali melewati gedung tua di Bund. Gedung itu, dulunya sebuah rumah teh megah di era REPUBLIK, memanggilnya dengan cara yang tidak bisa dijelaskan.

Mimpi-mimpi aneh mulai menghantuinya. Potongan-potongan adegan masa lalu berkelebat: gaun sutra merah, suara kecapi yang memilukan, dan tatapan mata dingin seorang pria yang menusuk jantung.

Dia mulai melukis. Lukisan-lukisan itu bukan karyanya, melainkan MEMORI. Gedung teh itu, gaun sutra merah, wajah pria itu… semuanya terangkai dalam kanvasnya. Lin Mei menyadari, dia bukan hanya Lin Mei. Dia adalah Bai Lianhua, seorang penyanyi opera terkenal yang dikhianati.

Bai Lianhua dicintai, dipuja, namun juga dibenci. Ia dikhianati oleh kekasihnya, Jenderal Zhao, demi kekuasaan dan ambisi. Jenderal itu menikahi putri seorang taipan dan membiarkan Bai Lianhua mati dalam kesepian dan kepedihan.

Sekarang, di kehidupan ini, Jenderal Zhao bereinkarnasi menjadi Direktur Zhang, seorang kolektor seni yang kaya raya dan sangat tertarik pada lukisan-lukisan Lin Mei.

Lin Mei tidak menginginkan balas dendam yang berdarah. Balas dendamnya adalah seni. Dia mengumpulkan lukisan-lukisannya, menampilkan pameran tunggal yang akan membuat dunia terpesona. Pameran itu berjudul: "Kenangan yang Dibisikkan Debu."

Direktur Zhang terpesona. Ia ingin memiliki semua lukisan itu. Ia menawarkan harga yang fantastis. Lin Mei tersenyum tipis.

"Saya tidak menjual lukisan-lukisan ini," ujarnya dengan suara tenang, "Saya hanya ingin Anda melihatnya. Untuk mengingat."

Di balik senyumnya, Lin Mei tahu. Reputasi Direktur Zhang akan hancur. Orang-orang akan bertanya-tanya tentang obsesinya, tentang hubungannya dengan seniman misterius itu. Mereka akan mengorek masa lalunya, dan kebenaran akan terungkap.

Direktur Zhang terdiam. Tatapannya kosong, seolah melihat HANTU masa lalu. Lin Mei melihat kilatan penyesalan, KETAKUTAN yang dalam.

Keputusan Lin Mei, untuk tidak menjual lukisan-lukisannya, adalah takdir baru bagi Direktur Zhang. Ia akan hidup dalam bayangan Bai Lianhua, selamanya. Balas dendam yang manis, bukan?

Di akhir pameran, Lin Mei menatap kota Shanghai yang berkilauan. Ia merasakan kedamaian yang aneh. Bai Lianhua telah menemukan keadilannya.

"Kita akan bertemu lagi, di bawah rembulan yang sama…"

You Might Also Like: Mimpi Memberi Makan Ikan Koi Jangan

Post a Comment